Entah mengapa ....
Jari-jariku ini tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan..
Kata demi kata adalah rangkaian dari sebuah perasaan ....
Jari-jariku ini tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan..
Kata demi kata adalah rangkaian dari sebuah perasaan ....
Saat ini aku ingin menulis tentang sebuah rasa ...
Untuk sebuah nama...
Sebuah rasa yang datang perlahan menyusup kedalam hatiku..
Sebuah nama yang diam diam telah ku ukir dalam bingkai hatiku ...
Sebuah rasa yang datang perlahan menyusup kedalam hatiku..
Sebuah nama yang diam diam telah ku ukir dalam bingkai hatiku ...
Tuhan ...
Aku telah menyimpan rasa ini padanya...
Sebuah rasa yang tidak pernah bisa aku fahami ...
mungkin rasa ini memang bukan untuk difahami ...
Sebuah rasa yang tidak pernah bisa aku fahami ...
mungkin rasa ini memang bukan untuk difahami ...
Perlahan...
Kau pun menghilang...
Meninggalkan serumpun rasa yang pernah kau tawarkan...
berbekal keraguan jiwa ku pun mengembara pergi...
berbekal keraguan jiwa ku pun mengembara pergi...
Dan kamu....
Apakah kamu di sana bisa merasakan kegelisahan hati ini?
Dibiru hati ini aku berdiri...
Dibiru hati ini aku berdiri...
Mencuba untuk tetap berdiri...
Dengan sisa rasa yang masih kumilikki...
Dengan sisa rasa yang masih kumilikki...
Ku cuba menahan gundah yang seketika menyinggah ...
Cinta, memang tidak akan pernah berdusta...
Cinta, memang tidak akan pernah berdusta...
Tuhan...
Aku jatuh cinta...
Aku terjatuh lagi Tuhan...
Aku tak tau...
Aku tak tau...
Mengapa hati ini selalu tak pernah mampu...
Tak pernah mampu...
Tak pernah mampu...
Membiarkan rasa ini berlalu tanpa namanya...
Mungkin bagimu...
Mungkin bagimu...
Aku hanyalah sebutir debu yang masih jauh dari kata cukup...
Untuk bisa membuatmu mendiami hati ini...
Lalu aku pun terdiam...
Lalu aku pun terdiam...
Ketika diam diam seperti udara...
Kamu memenuhi ruang dihatiku...
Dan aku pun terdiam..
Dan aku pun terdiam..
Ketika perlahan cinta melintas dari kesederhanaan dan kesolehanmu...
Saat ini pun aku masih tetap saja terdiam...
Saat ini pun aku masih tetap saja terdiam...
Saat aku tak mampu mencegah rindu yang hadir selembut angin...
Menyentuh relung terdalam dihatiku...
Menyentuh relung terdalam dihatiku...
Dan padamu yang juga selalu terdiam...
Kamu tidak pernah tau...
Tentang "rasa" yang tak pernah ku sampaikan kepadamu...
Aku ingin menjauh...
Aku ingin menjauh...
Tapi hati ini selalu merindu...
Aku ingin mendekat ...
Tapi takut menghalangi langkahmu...
Tapi takut menghalangi langkahmu...
Aku ingin pergi..
Namun hatiku tak bisa meninggalkanmu...
Aku ingin tetap disini...
Aku ingin tetap disini...
Namun hati ini terasa perih ...
Perlahan warna warna itupun mulai pudar di balik pandangan mataku..
Ya Allah...
Haruskah aku menangis lagi?
Tapi sebenarnya memang aku sedang menangis...
Tapi sebenarnya memang aku sedang menangis...
Cuma tangisan yang terpecah hanya di dalam hatiku...
Ketika rindu ini hanya meninggalkan sepi...
Ketika rindu ini hanya meninggalkan sepi...
Ya Allah...
Di dalam tubuh yang tak berdaya ini ada sebuah hati yang sedang sakit...
Bertarung dengan kegelisahan...
Kegelapan dan kerinduan yang tiada pernah bertepi...
Duhai hatiku…
maafkanlah aku yang telah melukaimu...
Terlalu banyak darahmu tertumpah keranaku...
Sehinggakan meninggalkan parut-parut hitam dalam segumpal daging milikmu yang membeku…
Ketika cinta tak lagi memiliki harapan….
Sehinggakan meninggalkan parut-parut hitam dalam segumpal daging milikmu yang membeku…
Ketika cinta tak lagi memiliki harapan….
Ya Allah…
Pada-MU kuserahkan segala mimpi
maafkanlah hati yang salah ini...
maafkanlah hati yang salah ini...
maafkanlah cinta yang khilaf ini...
Aku redha dengan hukuman ini...
Andai ini hukuman buat hambamu yang melakukan dosa menurut nafsu..
Asalkan ia mampu menebus dosaku..
Ya Allah...
Kau rawatlah hati ini..
Kau sembuhkanlah dia dari kelukaan..
Dan kau lindungilah dia dari kelukaan selepas itu..
Mudah-mudahan nanti kebahagiaan hakiki menjadi milikku..
Yang tidak akan lagi melukakan hati ku ini..
Kasihanilah hamba Mu ini..
![]() |
| "..Berikan Aku Penawar MU Ya Allah.." |

No comments:
Post a Comment